Ambon – Gubernur Maluku Said Assagaff, mengatakan Presiden Joko Widodo merespons sekaligus memberikan sinyal positif rencana pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA).
Gubernur menjelaskan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di istana negera baru-baru ini Joko Widodo meminta Pemda Maluku, mematangkan rencana pembangunan diantaranya lokasi studi kelayakan lokasi kampus ITA, serta mengirim beberapa mahasiswa belajar Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurutnya, Pemda Maluku telah melakukan kerja sama dengan ITB untuk melakukan studi kelayakan lokasi pembangunan Kampus ITA tersebut.
Assagaff menjelaskan, sedikitnya ada tiga lokasi yang telah disurvei tim ahli bersama Bapeda Maluku dan dari hasil tersebut dataran Negeri Wai di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dianggap tepat dan strategis untuk pembangunan Kampus ITA. Setelah selesai studi kelayakan oleh Bapeda dan ITB dselanjutnya akan diusulkan ke Presiden.
Tujuan pendirian ITA, dalam rangka mengantisipasi pengoperasian Migas Blok Masela, sehingga putra/putri Maluku yang berminat mengambil bidang pendidikan teknik tidak perlu lagi ke pulau Jawa tetapi sudah bisa di Ambon.
Pendirian Institut Teknologi Ambon dirintis Presiden Soekarno pada 1956 melalui kerjasama dengan pemerintah Rusia. Sebanyak 25 mahasiswa asal Maluku saat itu dikirim mengikuti program strata satu (S-1) maupun strata dua (S-2) di Rusia, untuk menekuni disiplin ilmu di sana.
Sayangnya setelah menamatkan pendidikan dan kembali ke Indonesia pada 1968/1969 ternyata kurang diberi peranan untuk mengaplikasikan ilmu mereka.
Padahal, saat itu pemerintah Rusia mengalokasikan anggaran 5 juta dolar AS dan peralatan untuk pengembangan Institut Teknologi Ambon yang saat ini berlokasi di Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.DMS
from http://ift.tt/2Cy2PA3
via IFTTT
No comments:
Post a Comment