Ambon-Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menghimbau personil gabungan yang terlibat dalam Oprasi Lilin 2017 untuk senantiasa mengedepankan upaya preventif selama oprasi digelar.
Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutan dibacakan Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara saat memimpin upacara Oprasi Lilin 2017, di Lapangan Letkol Chr. Tahapary kawasan Tantui Ambon, Kamis (22/12) pagi.
Kapolri mengingatkan seluruh personil gabungan untuk tetap mewaspadai berbagai potensi ancaman dan gangguan salah satunya adanya potensi serangan teror, maupun potensi konflik antarwarga.
Potensi lain yang perlu diwaspadai kata Kapolri adalah kemacetan, bencana alam, stabilitas harga pokok serta sweping ormas jelang perayaan natal.
Oprasi lilin 2017 yang di gelar secara serentak di seluruh Indonesia melibatkan ribuan personil berbagai unsur gabungan dari TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah diterjunkan selama operasi yang berlangsung pada 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 itu.
Total pasukan kurang lebih 170.304 ribu, gabungan Polri, TNI dan instansi terkait. Polda Maluku sendiri menerjunkan sebanyak 4000 personil gabungan.
Tito mengatakan, sejatinya operasi lilin ini sudah berjalan sebelum kegiatan itu dimulai. Kegiatan Kamtibmas itu meliputi pengamanan lokasi ibadah, antisipasi aksi sweeping, dan penangkapan kelompok-kelompok teroris.
Tito mengimbau kepada jajarannya untuk mengutamakan pendekatan selama mengamankan rangkaian libur Natal dan tahun baru ini. Kendati, bukan berarti polisi mengabaikan tindakan hukum secara tegas apabila ditemukan pelanggaran pidana dalam Operasi Lilin.
Namun jika diperlukan, upaya penegakan hukum juga harus diterapkan secara tegas, utamanya untuk sweeping demi menunjukan eksistensi negara dalam melindungi masyarakat.DMS
from http://ift.tt/2p0AVL5
via IFTTT
No comments:
Post a Comment