Ambon-Tiga hal penting yang dihasilkan dari kunjungan kerja Walikota Ambon Ricrad Louhenapessy bersama ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD selama 4 hari di Belanda.
Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada sejumlah wartawan dikediamannya mengatakan dari hasil kunjungan kerjanya bersama dengan rombongan ke Belanda, menghasilkan tiga agenda yang akan dilaksnakan diantaranya kerjasama dalam pengelolaan air bersih, pemanfaatan ruang kota, dan persampahan.
Air bersih kata Richard, kedepan akan menjadi masalah serius bagi kota Ambon. Dipastikan lima hingga 10 tahun mendatang akan mengalami krisis air bersih.
Oleh karena itu pemerintah kota Ambon, mencoba berbagai terobosan baru, dalam pengelolaan air bersih, dengan memanfaatkan teknologi dari Belanda yang saat ini telah dipakai di beberapa daerah di Indonesia,untuk digunakan di kota Ambon.
Direncanaka pada Janurai 2018 nanti, tim dari perusahan pengelolaan air bersih di Belanda akan datang ke kota Ambon untuk melakukan survey dibeberapa lokasi yang akan dijadikan tempat untuk pemasangan mesin pengolahan air bersih.
Selain menjajajki kerja sama dibidang air bersih, pihaknya juga, kata Walikota melakukan kunjungan ke Rotterdam untuk melihat pemenfaatan tata ruang kota yang dimiliki.
Dikatakannya pemerintah kota Ambon akan memanfaatkan kunjungan yang dilakukan untuk melihat proses pengelolaan lahan yang terbatas dalam bentuk “floating island”.
Teknologi Floating Island , nantinya bisa dikembangkan di kota Ambon, mengingat lahan yang ada saat ini sudah sangat terbatas, sehingga kedepan pemerintah kota Ambon mencoba pembanungan pada pinggiran laut.
Sementara menyagkut persamapahan, walikota mengatakan untuk persoalan persampahan diakuinya memerlukan anggaran yang besar, oleh karena itu, dirinya selaku walikota Ambon, akan mencoba menyampaikan persoalan ini ke pemerintah provinsi Maluku dalam hal ini gubernur, agar nantinya bisa bersama-sama dalam penganggaran kusus untuk pengelolaan persampahan.
Karena kota Ambon adalah bagian dari ibukota provinsi Maluku, dan menjadi tanggung jawab bersama dengan pemerintah provinsi Maluku, sehinga diperlukan sharing anggaran kusus untuk pengelolaan Sampah dalam kota Ambon.DMS
from Berita Maluku, Berita Ambon | Radio DMS 102.7 FM Ambon – Media di Ambon http://ift.tt/2DQp4CV
via IFTTT
No comments:
Post a Comment