Friday, January 5, 2018

http://ift.tt/eA8V8J

Ambon-Pasca bentrok  antar warga dua desa yang bertetangga di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah menyebabkan satu orang meninggal dan tiga lainnya luka-luka.

Wakapolda Maluku Daniel Pasaribu, saat dimintai keterangnya usai memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Jelang Pilkada Serentak 2018 di lapangan upacara Polda Maluku Letkol Purnawirawan, CH. Tahapari, Tantui, Kota Ambon, Jumat pagi, mengatakan bentrok kedua desa tersebut, bermula dari prosesi adat pemasangan atap baileo di Desa Tuhaha, Kabupaten Maluku Tengah.

Saat ditanya soal pemicu terjadinya bentrok antar kedua desa bertetangga tersebut, kata Wakapolda menurut informasi yang diterima, ada kesalapahaman antar warga di kedua desa, dan hal ini menurutnya seharusnya bisa diselesaikan secara baik, dengan melaporkannya ke pihak kepolisian setempat  dan bukanya melakukan aksi yang berujung pada bentrok sehingga menimbulkan korban pada kedua pihak.

Saat ini, aparat TNI dan Brimob telah dikerahkan ke dua desa tersebut untuk mengatasi bentrokan susulan. Aparat bersama Muspika setempat juga terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari kedua desa tersebut.

Sementara ditanya soal jumlah korban dari bentrok tersebut, wakapolda mengatakan dari data yang ada jumlah korban luka-luka sebanyak 3 orang sementara satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia, akibat terkena benda keras diwajah.

Pihak kepolisian telah berhasil mengamankan kedua belah pihak yang bertikai, dan situasai sudah dapat dikendalikan sepenuhnya oleh aparat keamanan.

Masyarakat setempat diharapkan untuk menahan diri dan menyerahkan seluruh persoalan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan.DMS


via berita maluku pagi ini

No comments:

Post a Comment

Jaga Harga Daging Tetap Stabil Saat Ramadhan, Mendag Lakukan Jurus Jitu

https://ift.tt/eA8V8J Jakarta –  Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan harga daging sapi akan lebih stabil pada Ramad...