Ambon-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo didampingi Plt. Gubernur Provinsi Maluku Zeth Sahuburua dan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy berkesempatan bercengkerama dan berdiskusi dengan insan pers lokal dan media elektronik pusat sambil menikmati secangkir kopi dalam acara ‘Coffee Morning’, Sabtu (17/03).
Selain menjadi narasumber Press Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen, politisi Golkar yang akrab dipanggil Bamsoet ini, berkesempatan meresmikan dua studio rekaman bertaraf internasional di Ambon.
Dalam diskusi tersebut, muncul beberapa pertanyaan oleh para awak media lokal setempat terkait sejauh mana dukungan Dewan Perwakilan Rakyat dalam mendukung Kota Ambon sebagai ‘City of Music’, persoalan APBD Provinsi Maluku hingga masalah draft UU Provinsi Daerah Kepulauan dan UU MD3.
Pertemuan itu, selain mempererat silaturahmi antar wartawan di DPR dan daerah. Juga sekaligus membahas rencana Kota Ambon menjadi Kota Musik Dunia.
Bamsoet pada kesempatan tersebut kembali menegaskan, apapun DPR-RI akan membantu olehnya itu ia berharap baik Pemerintah Provinsi lebih khusus kota Ambon memasukan dokumen proposal perencanaan Ambon sebagai kota music sehingga dapat dieksekusi oleh dewan di senayan .
Menurutnya sudah saatnya negara mendorong pembahasan anggaran baik Provinsi maupun daerah. Ambon dan Maluku harus menjadi prioritas.
Politikus Partai Golkar ini pun yakin, gayung akan bersambut, bila ada dokumen atau data resmi terkait hal tersebut disampaikan ke DPR.
Menjawab pertanyaan wartawan, Ketua DPR secara tegas mengatakan, tidak ada alasaan bagi DPR untuk tidak mendukung gagasan untuk menjadikan atau mensukseskan Kota Ambon jadi Kota Musik.
Bamsoet menilai masyarakat Ambon sudah memiliki DNA musik. Karenanya, menjadi tugas semua pihak untuk meningkatkan denyut nadi aktivitas masyarakat agar senantiasa kental dengan rasa musik.
Dari segi sumber daya manusia, Kota Ambon punya modal yang kuat menuju kota musik dunia. Demikian pula, kultur daerah ini juga sangat kondusif. Bagi orang Ambon atau Maluku secara umum, menjadi penyanyi adalah sebuah kebanggaan yang dapat memperbaiki nasib dan kehidupan ekonomi.
Bamsoet berharap, dengan digelarnya acara ‘Coffee Morning’ dengan insan media lokal itu, dapat saling memberikan masukan dan informasi tentang apa yang terjadi di Ambon dan di Pusat, yang berguna untuk menambah wawasan bagi semua pihak.
Pencanangan Ambon sebagai Kota Musik Dunia sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon pada tahun 2011. Di tahun 2019, dengan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif, Ambon sebagai Kota Musik Dunia akan didaftarkan secara resmi ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).DMS
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment