Jakarta-Tidak sedikit dari masyarakat kita beranggapan bahwa mengonsumsi obat dalam jangka panjang, terutama untuk penyakit neufrotik dan hipertensi memberikan efek negatif. Asumsi itu muncul, lantaran mereka menganggap bahwa mengonsumsi obat dalam jangka panjang dapat merusak ginjal.
Namun, hal tersebut dibantah oleh dr. Eka Laksmi Hidayati, SpA (K). Dia menyebut bahwa yang merusak ginjal itu bukanlah efek mengonsumsi obat dalam proses penyembuhan, melainkan penyakitnya itu sendiri.
Banyak pasien yang mempertanyakan hal ini, tidak sedikit dari mereka mendapatkan masukan dari lingkungannya untuk menghentikan minum obat. beri obat ke pasien sindrom nefrotik, atau hipertensi, lalu takut merusak ginjal.
Dirinya menegaskan, gagal ginjal itu bukan karena obatnya, tetapi karena tubuh kalah dengan penyakitnya. Entah, karena pasien tidak berobat teratur,atau tipe penyakitnya berat,ungkapnya.
Eka juga menegaskan bahwa pemberian obat kepada pasien secara teratur itu merupakan upaya dokter untuk memperlambat penyakit gagal ginjal.
Bukan berarti si pasien tidak akan mengalami gagal ginjal. Tetapi, itu upaya dari tim medis untuk memperlambat. Jadi, kalau tidak dengan obat selama tiga tahun dia bisa gagal ginjal tapi diobati,upaya memperlambat gagal ginjal itu yang harus dimengerti, jelasnya.
Menurut dr. Eka bukan penggunaan obat itu bisa bebas, tetapi tetap diawasi oleh tim dokter yang menangani si pasien.
Kalau obat tidak efektif atau lepas obat, maka itu akan terjadi gagal ginjal. Maka penting, obat itu kita lanjutkan jangan takut, asalkan dengan pemantauan dokter karena kita tahu efek sampingnya kalau ada efek sampingnya kita akan ganti obatnya atur ulang dosisnya seperti itu,tandasnya. (DMS/Viva)
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment