Washington, DC – Pemerintah Donald Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia. Sanksi baru ini diumumkan pada hari Jumat, 6 April 2018, sebagai upaya untuk menghukum Negeri Beruang Merah atas dugaan campur tangan dalam Pilpres Amerika Serikat 2016 dan sejumlah agresi lainnya.
Sanksi tersebut dirancang untuk menargetkan sejumlah industrialis terkaya Rusia. Menurut Barat, para industrialis tersebut bertambah tajir, menyusul semakin otoriternya pemerintahan Vladimir Putin.
Secara efektif, sanksi akan mencegah mereka yang masuk dalam daftar untuk bepergian ke Negeri Paman Sam atau melakukan bisnis atau bahkan membuka rekening bank di Barat. Selain itu, sanksi ini juga membatasi orang asing memfasilitasi transaksi atas nama mereka. Demikian seperti dilansir nytimes.com, Senin (9/4/2018).
Elizabeth Rosenberg, mantan pejabat Amerika Serikat pada era Barack Obama, menggambarkan sanksi tersebut cukup “bernyali”. Ia memperkirakan, sejumlah sanksi lain terhadap Rusia akan menyusul.
Sanksi baru ini muncul di tengah kebijakan “tak pasti” Washington ke Moskow. Ketika Donald Trump menginginkan hubungan yang hangat dengan Rusia, Kongres dan sebagian otoritas Amerika Serikat lainnya justru mendorongkannya ke titik terendah dalam sejarah relasi kedua negara.
Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Rusia ini menyasar lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin, termasuk Kirill Shamalov, menantu Putin yang memiliki hubungan bisnis dekat dengan salah satu teman lama Putin, Gennady Timchenko. Ada pula Vladimir Bogdanov, Direktur Jenderal Surgutneftegas, sebuah perusahaan minyak swasta besar yang telah lama dikabarkan memberikan kepemilikan saham pada Putin.
Oleg V. Deripaska, yang pernah memiliki hubungan dekat dengan mantan Manajer Kampanye Donald Trump, Paul Manafort, juga termasuk orang yang terkena sanksi. Secara keseluruhan, Amerika Serikat menargetkan tujuh oligarki, 12 perusahaan, 17 pejabat Rusia, dan sebuah perusahaan ekspor senjata milik negara.
.Kementerian Luar Negeri Rusia pun menjanjikan sebuah “respons keras” atas kebijakan Washington tersebut. Moskow menegaskan bahwa penggunaan sanksi oleh Amerika Serikat yang meningkat belakangan menunjukkan ekonomi yang anti-persaingan. (DMS/liputan6)
The post Amerika Serikat Kembali Jatuhkan Sanksi ke Rusia appeared first on Radio DMS Berita Malulu | Berita Ambon.
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment