Friday, May 4, 2018

Pengembangan Alutsista, Askrindo Percayakan Industri Swasta

https://ift.tt/eA8V8J

Jakarta-PT Askrindo (Persero) menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas). Hal ini dalam rangka menjamin proyek-proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista).

‎Direktur Utama Askrindo ‎Asmawi Syam mengatakan, perjanjian kerja sama ini tidak hanya melihat potensi bisnis semata, tetapi juga turut membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya sektor swasta. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu membangun kekuatan pertahanan dan keamanan nasional yang tangguh.

Dia menjelaskan, perhatian pemerintah cukup besar terhadap bidang pertahanan dan keamanan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya alokasi dana APBN untuk keperluan perawatan, pengadaan, dan pembangunan alutsista yang mencapai Rp 105 triliun atau 12,47 persen dari APBN 2018.

Ia memandang bahwa proses perawatan, pengadaan, dan pembangunan alutsista mengandung risiko yang dapat diminimalkan melalui jasa asuransi, sehingga tugas yang digariskan oleh pemerintah dapat terselesaikan dengan tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran

Asmawi mengungkapkan, selama ini Askrindo juga telah berpengalaman dalam menjamin proyek-proyek alutsista, baik yang dikerjakan oleh BUMN, seperti PT PAL, PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia, maupun perusahaan swasta nasional, seperti anggota Pinhantanas.

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut, Askrindo akan menjamin asuransi kredit, asuransi kerugian, suretybond seperti jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, jaminan pemeliharaan. Selain itu, kontra bank garansi seperti jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, jaminan pemeliharaan. Kemudian juga custom bonds, kontra L/C dan SKBDN.

Dari kerja sama tersebut, Asmawi berharap Askrindo akan semakin berkembang dan dapat mendukung program pemerintah tidak hanya di bidang perekonomian, tetapi di bidang lainnya seperti pertahanan.

Kepercayaan ini didapatkan usai kunjungan Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral TNI Mulyono ke Brasil pada pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut dilakukan menandatangani perjanjian kerja sama antara tiga pihak yaitu Pindad, TNI dengan Avibras Brasil.

Abraham menjelaskan, dengan adanya kepercayaan alih teknologi ini menjadikan kekuatan baru bagi Pindad dalam menjadi industri pendukung kemandirian pertahanan Indonesia.

Perlu diketahui, roket adalah salah satu senjata pertahanan jarak menengah. Roket ini bisa menembak sasaran dengan jarak kuramg lebih 85 kilometer (km) dengan kecepatan 90 Km/jam. Dengan kaliber 80 mm, daya ledak roket ini bisa mencapai 52 hektar (ha).

Untuk membawa dan meluncurkan roket ini, dibutuhkan kendaraan khusus (transporter) yang selama ini juga diproduksi oleh Avibras. Ke depan Pindad juga berencana memproduksi kendaraan peluncur roket tersebut.

Setiap tahunnya, TNI membutuhkan setidaknya 3.000 roket baik untuk latihan atau untuk pertahanan. Banyaknya kebutuhan inilah yang menjadi alasan Pindad mencoba untuk alih teknologi dengan Brazil.(DMS/liputan6)

 

 

The post Pengembangan Alutsista, Askrindo Percayakan Industri Swasta appeared first on Radio DMS.


via berita maluku pagi ini

No comments:

Post a Comment

Jaga Harga Daging Tetap Stabil Saat Ramadhan, Mendag Lakukan Jurus Jitu

https://ift.tt/eA8V8J Jakarta –  Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan harga daging sapi akan lebih stabil pada Ramad...