Jakarta – Sejumlah musisi Tanah Air termasuk Glenn Fredly, bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, baru-baru ini. Dalam pertemuan mereka, Glenn menyampaikan hasil dari Konferensi Musik Indonesia (KAMI) yang pada awal Maret lalu digelar di Ambon, Maluku.
Pelantun ‘Kisah Romantis’ itu menuturkan, KAMI pertama kali digelar untuk memberikan masukan ke dalam ekosistem musik di Indonesia. Ia dan sejumlah musisi lainnya juga menyampaikan tiga aspek dari hasil KAMI ke Jokowi.
Tiga aspek besar yang memang dibahas dalam konferensi ini adalah musik dalam aspek ekonomi, aspek pendidikan, dan sebagai alat ketahanan kebudayaan, kata Glenn .
Dalam pertemuan dengan Pak Presiden, kami menyampaikan rekomendasi yang dihasilkan Konferensi Musik selama tiga hari. Dirinya juga sampaikan di Konferensi Musik dari tanggal 7 sampai 9 (Maret). Sebelumnya, ada sebuah konferensi yang dibuka tanggal 5 Maret di IAIN Ambon. Di situ dibuka oleh Menag, lanjutnya.
Glen menegaskan, konferensi yang diadakan di IAIN Ambon merupakan yang pertama kali digelar. Nantinya, IAIN akan jadi pusat kajian musik yang pertama.
Hal-hal yang memang disampaikan dalam pertemuan lebih komprehensif, baik dari hasil konferensi ataupun dari pegiat musik, atau stakeholders. Ini ada teman yang sempat hadir dan tidak. Nantinya, akan menjadi poin besar untuk dapat memberikan rekomendasi demi kemajuan musik Indonesia,ujar Glenn.
Selain itu, Konferensi Musik yang digelar di Ambon juga bertujuan untuk mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Sementara itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf menjelaskan Konferensi Musik Indonesia tak lepas dari inisiatif Glenn Fredly serta musisi Indonesia lainnya yang peduli terhadap musik.
Konferensi Musik Indonesia diharapkan Triawan bukan saja sebagai seremonial belaka, namun ada hasil konkret dari konferensi ini.
Yang tidak muluk-muluk, tapi satu per satu bisa tuntas. Dari tahun ke tahun, dua tahun ke dua tahun. Jadi, ada langkah konkret untuk kebaikan musik nasional yang mana saat ini, terus terang masih sangat memprihatinkan,tuturnya.
Kesejahteraan musisi, pencipta (lagu), masih jauh dari harapan. Hak-hak mereka belum dipenuhi, pelanggaran hak cipta belum ditindak dengan baik. Nah, inilah yang akan kita lakukan ke depannya, lanjut nya. (DMS/kumparan)
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment