Friday, March 23, 2018

BPOM Ambon Edukasi Siswa Sekolah Konsumsi Jajanan Sehat 

http://ift.tt/eA8V8J

Ambon- Jajanan makanan di Sekolah Dasar (SD) dianggap memiliki potensi yang rentan terindikasi bahan berbahaya. Oleh sebab itu, peran serta orang tua dan sekolah perlu ditingkatkan demi meningkatkan mutu jajanan anak.

Balai  Pengawas Obat dan Makanan (B-POM) terus melakukan intervensi guna menekan faktor pemicu tidak sehatnya pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Intervensi dilakukan untuk menekan empat masalah keamanan pangan terkait pangan jajanan anak sekolah.

Edukasi itu seperti yang dilakukan Balai POM Ambon terhadap 400 siswa sekolah di SD PDK yang terletak di Jalan Pattimura pada, Jumat (23/03) pagi. Anak sekolah harus dilindungi sejak dini karena mereka adalah penerus generasi bangsa di masa mendatang.

Kepala Seksi Sertifikasi dan layanan Informasi Konsumen Balai POM Ambon Mathias Tokan mengatakan empat masalah keamanan PJAS nisbi sama dengan persoalan pangan pada umumnya. Di antaranya yaitu adanya cemaran mikroba dan masalah kehigienisan pangan yang dikonsumsi anak sekolah.

Oleh karena itu, BPOM melakukan intervensi dengan melibatkan sejumlah sekolah di Ambon dan  seluruh Indonesia untuk mengurangi peredaran jajanan tidak sehat bagi anak sekolah.

Insert Kepala Seksi Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai POM Ambon Mathias Tokan

Kepala SD Negeri 15 Ambon, Max Mailoa menyambut baik kegiatan tersebut karena bermanfaat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Mailoa menjelaskan untuk melindungi siswa dari jajanan diduga berbahaya pihak sekolah setiap saat melakukan pengawasan internal terhadap para pedagang yang menjual jajanan di kawasan sekolah tersebut.

Seperti  diketahui  setidaknya ada empat hal penting terkait pengawasan  jajanan layak konsumsi antara lain penggunaan bahan makanan yang diijinkan tapi pemakaiannya di luar takaran yang diijinkan. Hal seperti ini sering dilakukan produsen yang belum terdidik dengan baik, terutama produksi dari industri rumah tangga. Selanjutnya, adanya ancaman pembuatan pangan dicampur dengan bahan berbahaya seperti Formalin dan Boraks.

Pangan menjadi berbahaya saat dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar seperti karena cemaran industri, pertambangan dan sejenisnya. Atas  dasar itu, Mathias Tokan mengatakan Balai POM Ambon berupaya untuk terus melakukan intervensi  dengan melakukan edukasi kepada siswa SD dan SMP di sejumlah sekolah di kota Ambon agar memilih dan mengkonsumsi jajanan sehat.DMS

 


via berita maluku pagi ini

No comments:

Post a Comment

Jaga Harga Daging Tetap Stabil Saat Ramadhan, Mendag Lakukan Jurus Jitu

https://ift.tt/eA8V8J Jakarta –  Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan harga daging sapi akan lebih stabil pada Ramad...