Ambon-Ketua LSM Walang Aspirasi Maluku Chris Sella mendesak Pemkab Seram Bagian Barat (SBB) dan Kepolisian untuk menghentikan penambangan emas illegal. Sebab, hal ini berdampak terhadap paparan merkuri yang mengancam jiwa masyarakat setempat.
Chris menyebutkan dampak dari penggunan mercury tidak saja mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa manusia tetapi juga pencamaran lingkungan dan air.
Aparat Kepolisian juga diminta proaktif dalam memberantas peredaran merkuri atau disebut air raksa karena dinilai merkuri ini sudah beredar bebas, hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya penambangan emas illegal maupun batu cinnabar yang saat ini marak dilakukan oleh para penambang .
Merkuri digunakan penambang untuk mengolah emas yang terkandung di dalam bebatuan.
Menurutnya, penggunaan merkuri yang berlebihan akan menimbulkan resiko bagi kesehatan penambang, masyarakat serta merusak lingkungan.
Untuk itu, Chris berharap agar pihak kepolisian maksimal untuk mengantisipasi perdagangan mercuri yang masuk ke wilayah itu.
Mencermati proses hukum terhadap mereka yang melakukan penambangan illegal di SBB menurut Chris, harus dilakukan secara propesional, karena yang terjadi hanya para penambang kecil yang dibawa sampai ke meja hijau, sementara aktor intelektual yang memperkerjakan para penambang luput dari sentuhan hukum.
Oleh karena itu dia berharap penegakan hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat melakukan aktifitas penambangan illegal di SBB.
Ia menambahkan LSM Walang Aspirasi Rakyat Maluku mensinyalir, pemilik usaha tambang illegal sudah mampu untuk membuat merkuri itu, sehingga peredarannya semakin marak termasuk upaya penyelundupan air raksa ke luar Maluku yang didapat dari proses pengolahan batu cinnabar.
Chris optimistis, jika pemberantasan ini dijalankan kepolisian, secara otomais maka akan dengan sendirinya penambang illegal baik emas maupun batu cinnabar akan berhenti dengan sendirinya.DMS
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment