Ambon-Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang didirikan pada tahun 1977 oleh para alumni program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia. Dalam kegiatannnya, PCMI dilaksanakan dalam beberapa level yaitu tingkat nasional dan tingkat provinsi. Untuk kegiatan di level nasional diserahkan ke panitia pusat di provinsi DKI Jakarta sedangkan kegiatan PCMI provinsi diserahkan ke PCMI di masing-masing provinsi di seluruh Indonesia.
Di tingkat provinsi, pengelolaan administrasi program pertukaran tersebut secara resmi ditangani oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) masing-masing provinsi bekerja sama dengan mitra utamanya Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) sebagai organisasi perhimpunan alumni program pertukaran.
Untuk menyerbarluaskan program ini empat alumnus PPAN yang tergabung dalam asosiasi Purna Caraka Muda Indonesia Maluku dihadirkan sebagai narasumber di Radio Duta FM Ambon DMS Media Group.
Ketua PCMI Maluku Aditya S. Retraubun Ia mengatakan, tujuan dari program pertukaran pemuda antarnegara antara lain untuk mempererat persahabatan dan kerja sama Pemuda Indonesia dengan Pemuda dari negara tujuan, meningkatkan rasa saling pengertian diantara masyarakat khususnya generasi muda dengan negara tujuan serta menciptakan kader-kader pemimpin bangsa yang berwawasan internasional.
Menurut Aditya untuk program PPAN tahun 2018 di Maluku, para Alumni PCMI akhir-akhir ini terus, menggelar sosialisasi program PPAN tersebut.Program seleksi di Maluku diperkirakan akhir April 2018.
Soialisasi yang dilakukan PCMI Maluku untuk menjaring keikutsertaan generasi muda Maluku terlibat dalam program pertukaran pemuda antara Negara dimaksud. Program ini sendiri kata Retraubun sempat mandeg saat Maluku dilanda konflik.
Rensya Tahalele , Rensya Tahalele alumnus Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia 2013 menjelaskan, proses seleksi tidak terlalu ketat disamping persyaratan usia, berkelakuan baik calon delegasi memiliki kemampuan mengenal budaya sendiri serta kemampuan berbahasa inggris.
Untuk menentukan delegasi yang akan diberangkatkan ke negara tujuan para calon peserta harus melewati beberapa tahapan seleksi sebelum diberangkatkan ke delapan negara tujuan, yakni Australia, Singapura,Malasya, India, Kanada, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Nora Christina Tori alumnus program Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang 2017 mengatakan, program ini tidak sekedar pertukaran pemuda,karena para wakil dari Maluku harus bisa memperkenalkan budaya Indonesia, oleh karenanya tidak hanya kecakapan berbahasa Inggris yang diperhitungkan, tapi juga pengetahuan mengenai sejarah, kebudayaan dan menguasai kesenian daerah.
Sementara itu Sesya Matitaputi alumnus Pertukaran Pemuda Tiongkok tahun 2016 menyebutkan PPAN adalah salah satu program Pemerintah dalam mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkannya menghadapi tantangan global di masa mendatang.
PPAN sendiri memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk lebih mengenal adat-istiadat , kesenian, dan budaya di negara tujuan, tukar-menukar pengalaman serta melakukan kegiatan bersama di negara lain akan menimbulkan saling pengertian , penghormatan dan toleransi dikalangan generasi muda.DMS
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment