Friday, March 23, 2018

Wakil Walikota Syarif Hadler Imbau Masyarakat Ambon Hargai Sumber Air

http://ift.tt/eA8V8J

Ambon- Peringatan World Water Day atau Hari Air Sedunia seyogianya dijadikan upaya pembaharuan komitmen masyarakat bahwa air itu perlu dihargai. Air merupakan kunci kehidupan, maka tidak mengherankan jika ada satu hari khusus yang didedikasikan untuk mengapresiasi betapa pentingnya keberadaan air bersih.

Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler mengimbau, masyarakat untuk tetap mengharagai air sebagi salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia.

Imbauan mengharagai yang dimaksudkan Wakil Walikota yakni dengan menjaga sumber air, tidak menebang kawasan hutan secara sporadis serta mebangun rumah di daerah yang tetalh ditetapkan sebagai daerah resapan air.

Menurut Syarif Hadler, mengakui manusia tidak bisa hidup tanpa air maka event seperti World Water Day dapat dijadikan sebagai momentum cinta  dan rasa menghargai sumber air.

World Water Day atau Hari Air Sedunia adalah perayaan tahunan yang dilakukan untuk kembali menarik perhatian publik pada pentingnya air bersih dan penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Syarif Hadler mengatakan, Pemerintah Kota Ambon dalam tanggung jawab memenuhi air bersih bagi warga kota Ambon melalui program Rencana Induk Strategi Air Minum (Rispam) mengandeng sejumlah tenaga ahli melakukan survei pada lokasi sumber air layak konsumsi yakni di Kecamatan Nusaniwe, Sirimau dan Baguala.

Peringatan Hari Air Sedunia atau World Water Day adalah peringatan yang diumumkan pada sidang umum PBB ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil.

Peringatan ini dideklarasikan untuk mengingatkan masyarakat umum atau dunia akan pentingnya air bersih sekaligus menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama berjuang mengelola sumber air bersih yang ada.

Termasuk juga menghemat penggunaan air mengingat masih banyak daerah-daerah di belahan dunia ini yang masih sangat krisis air bersih, sekaligus mulai berkurang nya sumber air bersih.  Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Air Sedunia 2018 tahun ini adalah Nature for Water.

Melalui tema yang diusung tahun ini, masyarakat diajak untuk mengeksplorasi ‘bagaimana cara’  menggunakan alam agar dapat mengatasi tantangan air di abad ke-21.

Mengingat betapa lingkungan alam sekitar kita sudah mulai rusak, perubahan iklim yang semakin ekstrim, di sisi dunia lain terjadi banjir, sementara di sisi dunia lainnya terjadi kekeringan. Limbah pabrik yang mengakibatkan terjadinya polusi air, dan permasalahan dengan sampah yang kerap sekali terjadi di sekitar sumber air.DMS


via berita maluku pagi ini

No comments:

Post a Comment

Jaga Harga Daging Tetap Stabil Saat Ramadhan, Mendag Lakukan Jurus Jitu

https://ift.tt/eA8V8J Jakarta –  Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan harga daging sapi akan lebih stabil pada Ramad...