Ambon-Beberapa waktu lalu masyarakat sempat dihebohkan oleh viralnya sebuah video yang menyatakan adanya telur palsu yang beredar di pasar. Tak ayal, viralnya video tersebut pun membuat resah masyarakat Indonesia termasuk di Ambon Maluku. Terutama bagi para ibu rumah tangga yang terbiasa membeli telur untuk makan sehari-hari.
Menanggapi viralnya isu telur palsu, Kepala Bali Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) Ambon, Hariani pun angat bicara. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut murni hoaks.
Ia mengaku, B-POM telah melakukan pengawasan dan pemantauan di pasar maupun swalayan tidak menemukan adanya peredaran telur palsu.
Menurut Hariani, telur yang dijual di Ambon baik di pasar maupun swalayan berasal dari sentra produksi telur di Surabaya dan di Kota Ambon.
Balai POM telah terjun langsung ke lapangan dan ditemukan bahwa telur-telur tersebut asli. Hanya saja kondisinya memang tidak dalam keadaan baik karena terlalu lama disimpan. Keaslian telur juga dipastikan setelah diuji di laboratorium.
Hariani menegaskan, isu telur palsu adalah hoax,karena secara ilmiah cangkang telur tidak dapat dipalsukan.
Oleh karena itu Hariani mengimbau warga kota Ambon dan Maluku pada umumnya agar jangan percaya dengan isu atau berita bohong yang beredar di media sosial, bagi masyarakat dapat mengkonfirmasi langsung sebuah kebenaran ke nomor call centre Balai POM (0911) 242742.
Menanggapi isu telur palsu pemerintah Indonesia melalui Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, masyarakat dibuat resah dengan isu telur palsu yang belakangan viral di media sosial.
Jenderal bintang dua itu meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Apalagi Satgas Pangan telah menyatakan bahwa tidak ada telur palsu beredar di pasaran. Satgas Pangan juga telah menguji telur yang dicurigai palsu itu ke laboratorium. Hasilnya, telur tersebut asli.
Setyo bahkan dengan tegas mengatakan, penyebar isu telur palsu di media sosial bisa dipidana dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, memublikasikan isu yang belum tentu kebenarannya sama dengan menyebar hoaks.
Tidak saja di Indonesia merebaknya isu penjualan telur palsu di Malaysia, membuat media di negara jiran itu membuat artikel tentang cara membedakan telur asli dan palsu.DMS
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment