Jakarta – Seiring dengan cepatnya pergantian tampuk kekuasaan dalam lingkungan Pertamina, nampaknya berdampak pada kinerja kemajuan di dalam tubuh perusahaan tersebut. Apalagi jika terus dituntut agar bisa mengalahkan Petronas.Demikian penuturan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB ) Arie Gumilar.
Berkaca dari Elia Massa Manik yang baru duduk di kursi Direktur Utama Pertamina selama 13 bulan telah dicopot. Elia Massa membawa kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang dijabarkan ke seluruh pekerja perseroan. Namun, kebijakan ini tak ada artinya saat Elia Massa digantikan Nicke Widyawati.
Namun,dari sisi operasional, pekerja terus bekerja memenuhi target perusahaan, tak ada gangguan dari sisi operasional atas perombakan direksi ini,
Arie menambahkan jabatan direktur utama Pertamina sangat strategis. Untuk itu, dia berharap, jabatan ini tidak lagi ditungganggi kepentingan-kepentingan yang merugikan perusahaan.
Disisi lain,Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan pencopotan direksi Pertamina sarat kepentingan politis. Hal ini akibat dari gencarnya pemerintah untuk membentuk holding migas antara Pertamina dan PGN.
Bhima menegaskan direksi Pertamina sekarang ingin fokus untuk eksplorasi minyak mentah dan kurangi defisit Neraca migas tahun 2017 yang mencapai US$ 8,5 miliar (data BPS).
Sedangkan, jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 WK.
Untuk diketahui, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina pada 20 April 2018 memutuskan perombakan direksi pada perusahaan ini. RUPSLB memutuskan pemberhentian dengan hormat Direktur Utama Elia Massa Manik.
Selanjutnya Nicke Widyawati ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama, menggantikan Elia Massa Manik. Sebanyak 5 direksi diberhentikan dalam hasil RUPS ini. Mereka adalah Direktur Utama, Direktur Pengolahan, Direktur Mega Proyek, Direktur Aset, dan juga Direktur Pemasaran Korporat.
Berikut susunan direksi yang dicopot:
- Direktur Utama: Elia massa manik,
- Direktur Pemasaran Korporat: Much Iskandar
- Direktur Pengolahan: Toharso
- Direktur Manajemen Aset: Dwi W Daryoto
- Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang
Berikut susunan direksi baru Pertamina:
- Plt Direktur Utama sekaligus Direktur SDM: Nicke Widyawati
- Direktur Pengolahan: Budi Santoso Syarif
- Direktur Keuangan: Arief Budiman
- Direktur Pemasaran Korporasi: Basuki Trikora Putra
- Direktur Pemasaran Retail: Masud Hamid
- Direktur Manajemen aset: M Haryo Junianto
- Direktur MPP: Heru Setiawan
- Direktur infrastruktur: Gandhi Sriwidjojo. (DMS/liputan6)
The post Bongkar Pasang Dalam Direksi Pengaruhi Kinerja Pertamina appeared first on Radio DMS.
via berita maluku pagi ini
No comments:
Post a Comment